Rasa sunyi sendiri ini entah mengapa terus ada,
Tapi untuk apa dia berlari mengitari
Dengan tertawa sukaria dengan ejekan sinis lalu,
Memberi garam pada luka yang kita tahu itu ada,
Telah pergi semua mimpi bersama larutnya bayangmu,
Dari selasar rumah jiwa pun hadirmu tak lagi dinanti
Biarkan sunyi-sendiri ini,
Biarkan ia menari-nari di atas kuburan jiwa-jiwa,
Tak hendak kucegahi Peristiwa telah terjadi,
Kini adalah kedukaan lalu Kemudian adalah kedukaan kini
Adapun hidup akan berjalan Adapun luka kan terus menganga,
Adapun sunyi akan selalu mendera,
Tapi, tak hendak kuhindari,........................................................
Takdir sudah menghendaki...........................................................
Sabtu, 08 Agustus 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar